Sejarah Desa Pucang

Admin Pemdes Pucang 31 Desember 2018 09:58:24 WIB

SEJARAH DESA PUCANG

 

Lambang/simbul  Desa Pucang sejenis pohon Pinang (Pucang ). Tersebutlah Demang Wira sekitar tahun + 1900 yang bermukim didukuh / grumbul Pucang Ndesa ,Dusun Sidakarsa Desa Pucang .

Pada masa kepemimpinannya mengumumkan / menginstruksikan kepada warga agar setiap batas tanah hak milik masing masing agar menggunakan pohon pinang/pohon Pucang.

Dipilihnya  pohon Pucang  dengan pertimbangan sebagai berikut :

  1. Pohon kecil
  2. Pohonnya lurus keatas dan tidak bercabang , karena banyaknya pohon Pucang sehingga nama Pucang sampai sekarang diabadikan sebagai nama Desa .

Menurut Sejarah,  Desa Pucang sekarang  merupakan penggabungan dua Desa yaitu :

- Desa Pucang

- Desa Blater

Penggabungan dua Desa tersebut terjadi sekitar + tahun 1936-1937, Penggabungan dua desa tersebut terjadi  pada saat  kepemimpinan  Martaredja sebagai Kepala Desa Pucang dan Sadil sebagai  Kepala Desa Blater. Penggabungan  dua tersebut menggunakan nama Desa Pucang Sebagai nama Desa sampai sekarang.

Desa Pucang dibagi dalam empat wilayah yaitu :

 

  1. DUSUN GEMBIRIT

Mengandung arti Gembira , dengan sejarah sebagai berikut  :

Pada jaman penjajahan Belanda di wilayah Desa Pucang tepatnya di Dusun Gembirit disebelah utara jalan raya terdapat areal persawahan. Pada masa itu oleh orang – orang Belanda areal tersebut ditanami tanaman tebu.  Orang – orang Belanda tersebut memperkejakan warga pribumi sebagai tenaga kerja perkebunan tebu.  Warga pribumi (warga dusun gembirit) dipekerjakan sebagai :

- Ada yang jadi mandor

- Ada yang jadi Nemer / tukang ukur

- Ada yang jadi tukang tanam tebu

Karena jaman dulu adalah jaman kebodohan dan jaman kekurangan/kemiskinan  , sehingga dapat bekerja dan  mendapat upah makan saja sudah cukup, apalagi dapat bekerja sebagai pekerja buruh dari orang-orang belanda dan mendapatkan upah berupa  uang , membuat warga di tempat tersebut merasa senang / gembira . Oleh karena perasaan gembira tersebut selalu menghiasi kehidupan  warga di tempat tersebut  maka dusun tersebut diberi nama Dusun Gembirit.

Di Dusun Gembirit tersebut sampai sekarang terdapat bekas tanah peninggalan Belanda yang dulu merupakan kepunyaan warga/perusahaan Belanda dan ditinggalkan oleh Belanda, dan sekarang tanah tersebut menjadi aset kekayaan desa yang disebut dengan  Ex Egendhom dan menjadi tanah hak Desa Pucang. 

 

  1. DUSUN BLATER

mengandung arti Tolak Bala / Pasukan dan sejarah sbb :

Pada jaman dulu di Dusun Blater tepatnya di RT 01 RW 03 ada sebuah pohon  besar / Raksasa namanya Sigorda, panjang akarnya bisa mencapai 1 ( satu )  km,  akarnya berwarna hitam , Konon kabarnya  dongklak pohon tersebut bisa dipakai untuk meja makan sebanyak orang satu Desa .

Dilokasi pohon sigorda tersebut tempatnya angker / wingit , sehingga balatotiar / tolak bala sangat diperlukan oleh orang – orang Blater , pada suatu saat pohon Sigorda ditebang oleh sejumlah bala tentara / pasukan karena pohon besar / raksasa  tidak bisa ditebang oleh beberapa orang , sehingga memerlukan pasukan / bala tentara.

Sampai sekarang nama tersebut menjadi nama Dusun yaitu : Dusun Blater

Dalam kewilayahan Dusun Blater ada tempat yang bersejarah yaitu

Tempat pemandian yang berlokasi diujung Desa Pucang ada sebuah pohon pucung .Tempat pemandian dianggap sakral itu digunakan oleh warga Pucang maupun luar Pucang digunakan untuk bersemedi / tapa bagi orang yang punya khajat / cita-cita/ keinginan

Sampai sekarang tempat tersebut terkenal dengan nama Kali Pucung

 

  1. DUSUN SIDAKARSA

mengandung arti hasil karya dengan sejarah sbb:

Sida berasal dari bahasa jawa yang artinya Jadi , Karsa yang artinya hasil karya .Sidakarsa adalah Kaleksanan / kedadean / kobul apa yang menjadi cita-cita yaitu :Jadi berkarya , karena berkarya masyarakat menjadi makmur .

 

  1. DUSUN KEMUSUK

mengandung arti kumpulan orang-orang yang khusu,

Kemusuk adalah  kumpulan orang-orang  yang khusu /konsentrasi dalam beribadah , dan wilayah Kemusuk merupakan pusat pembelajaran Agama Islam untuk Desa Pucang . Dalam kewilayahan Dusun Kemusuk terdapat Pemakaman yang bersejarah yaitu :

Purbayasa , Purba yang artinya pawitan / pertama , Yasa yang artinya tempat.

Purbayasa adalah tempat pemakaman Bupati Pertama Banjarnegara yang mencetuskan Banjarnegara yaitu : Raden Tumenggung Hadipati (RTH Dipoyudho )

Tanah makam Purbayasa yang seluas + 25.000 m2  digunakan untuk pemakaman keturunan dan para tokoh dari keturunan Dipoyudho termasuk R.A.A. Sumitro Kolopaking Purbonegoro yang meninggal dunia pada tanggal 23 Oktober 1976  juga dimakamkan di makam Purbayasa, dusun Kemusuk Desa Pucang, Kecamatan Bawang, Banjarnegara

 

Selanjutnya gambaran tentang sejarah Kepemimpinan Desa  Pucang  dalam masa ke masa : 

 

TAHUN

PEMIMPIN

(KEPALA DESA)

KETERANGAN

1905 - 1909

SOKADIWIRYA

4 Tahun

1909 - 1921

ASANMURJA

12 Tahun

1921 - 1924

SUMAREJA

3 Tahun

1924 - 1936

WANGSADIREDJA

12 Tahun

1936 - 1937

MARDIREDJA

1 Tahun

1937 - 1946

SADIL

9  Tahun

1946 - 1966

DULAH FANDI

20 Tahun

1966 - 1981

AMAD SOEHOED

15 Tahun

1981 - 1984

SUMIHARDJO

PJS (4 Tahun)

1985 - 1993

MUCHLAN

8 Tahun

1993 - 2001

SLAMET SUNARYONO

8 Tahun

2001 - 2011

SLAMET SUNARYONO

10 Tahun

2011 - 2017

SABARUDIN

6 Tahun

2017 - 2018

TUKARNO,SE

PJ (4 Bulan)

2018 - 2024

 ANITA DWI SETYOWATI,S.K.M

 

 

 

 

Komentar atas Sejarah Desa Pucang

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang ke Kantor Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Sinergitas Program

Komentar Terkini

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Kantor Desa Pucang